Mbak Cantik; Maka Malam Menjelang

Aku selalu ingat kita tertawa di atas roda dua
sampai kuhentikan lajunya – di depan suami istri yang sedang bercengkrama di teras rumah

Aku tak pernah ingat yang membuat kita tertawa
Ingin sekali kutanyakan
meski tak pantas

Maka malam menjelang
tebusan dari tawa
menukarnya dengan luka

Sayangku
apa kabarmu?
Ingin sekali dengar suaramu
cerita-ceritamu
belai wajah dan rambutmu

Sayangku
jangan lagi bersedih karenaku
jangan lagi terluka karenaku

Selalu kuingat tawa itu – tawa bahagia saat bersamamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s