This Ain’t About e-KTP

Inilah mimpiku tentangmu semalam, semuanya masih kuingat dengan jelas.
Cerita berawal dari kabar yang tiba-tiba kuterima bahwa kau telah melahirkan seorang anak laki-laki, anakku, anak kita. Padahal saat itu kita sudah sekian lama tak bertemu. Dan, karena seperti yg kau tau, bahwa kita telah mengakhiri hubungan kita, maka bayi itu pun kau yang rawat. Aku memiliki waktu yang sangat terbatas untuk sekedar melihat bayiku karena kau sangat sulit dihubungi, apalagi untuk ditemui. Aku ingat hanya beberapa kali sempat melihatnya dan dia sudah makin besar, tumbuh menjadi seorang anak lucu yang rambutnya gundul, dan kulitnya coklat gelap seperti ibunya. Hehe..

Sejak pertama kali mendengar kabar itu, bahwa kau telah melahirkan seorang anak laki-laki – anakku, aku berniat untuk menikahimu. Tetapi seperti yang terjadi belakangan, kau sulit sekali dihubungi. Aku pun terus berusaha untuk menemuimu, sampai akhirnya aku mulai menyerah dan justru pada saat itulah kau memberikan respon. Via sms, aku mengatakan bahwa aku ingin menikahimu. Kemudian kau bertanya, tanggal berapa aku siap menikahimu. Aku yang sedikit terkejut karena mendapat respon seperti itu lalu menjawab sekenanya, tanggal 10 dan terus mundur sampai akhirnya disepakati tanggal 21 kita menikah, di bulan itu juga.

Kau dan aku kemudian tetap menjalani hidup dan kesibukan masing-masing. Kau yang masih menjadi peliput berita dan aku yang bekerja kantoran membosankan. Sempat pula diselingi cerita seorang teman bernama Joko yang mengalami kecelakaan kecil bersama temannya yang lain yang tidak kukenal, mengendarai sedan merah metalik milik temannya itu dengan tempat kejadian tidak jauh dari rumah si Joko. Kemudian ada pula cerita tentang obrolan carut-marut seputar PSSI dan acara nonton bareng bersama Interisti Jogja.

Tanpa terasa, tinggal satu hari lagi menjelang hari pernikahanku denganmu, dan aku bingung setengah mati. Tak ada persiapan sama sekali yang kulakukan dan aku pun tak pernah berkoordinasi denganmu atau pun keluargamu mengenai detail persiapan pernikahan. Lalu, dengan hati yang sudah nothing to lose aku meneleponmu, dan kau angkat, aku lega sekali. Saat itu, saat sedang meneleponmu datang pula seorang polisi mengenakan jaket kulit hitam dan tampang songong hendak membawaku ke kantor polisi, katanya ini soal tabrak lari. Tabrak lari what the hell! Namanya juga mimpi. Keluargaku pun menegosiasikannya, bla bla bla dan berhasil menahanku agar tidak dibawa ke kantor polisi. Kembali ke pembicaraan di telepon, ternyata kau meminta seseorang dari keluargaku untuk mengambil pakaian yg akan dikenakan oleh keluarga mempelai, semacam seragam begitulah. Tak lama kemudian, sebuah mobil pick-up datang membawa sederet pakaian adat yang bling-bling mengkilap untuk dipakai pihak keluargaku saat pesta pernikahan. Bapak pun muncul dengan setelan jas warna abu-abu motif kotak-kotak bergaris tipis, dengan celana yang sepola. Aku dan ibu meminta bapak agar besok mengganti celananya dengan celana hitam saja.

H-1 malam hari, aku pun bertemu denganmu, tak jelas juga saat itu posisinya dimana. Dengan wajah berbinar-binar kau menjawab semua yang kutanyakan padamu tentang pernikahan itu. Tempat resepsi sudah kau pilih di sebuah bekas galeri seni di Jogja yang (ceritanya) merupakan tempat favoritmu, dan pemberkatan nikah kau pilih di Gereja Kotabaru. Sungguh melegakan dan menyenangkan sekaligus membuatku malu karena tak berbuat apa-apa.

Hati yang bahagia mendadak berubah jadi kecewa, ketika tiba-tiba alarm berbunyi. Kring…kring…kringg…gowes gowess…Sudah pukul 7, aku harus bangun dan bersiap ke kecamatan untuk membuat e-KTP. Dan ternyata, update terbaru menyatakan bahwa antrian e-KTP telah mencapai dua ratus tiga puluh sekian KK untuk hari ini. Maka pembuatan e-KTP harus diundur sampai secepat-cepatnya nanti sore saat istirahat Maghrib lewat jalur khusus diplomat kenegaraan.

Demikianlah mimpi semalam ini kutulis demi mengenangkan kisahnya dan demi sebuah harapan yang belum padam.
Jalesveva Jayamahe!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s