Anyer 10 Maret

Bulan bersinar begitu sempurna, bersinar terang semenjak petang hingga pagi menjelang.

Namun kehidupan sedang tidak bersahabat dengan saya akhir-akhir ini. Saya baru benar-benar merasakannya malam tadi dalam sebuah permainan kartu remi di rumah kontrakan seorang teman, sekaligus dalam rangka merayakan kecil-kecilan hari jadi sepupu saya.

Awal permainan memang tidak saya mulai dengan cukup baik, dengan poin -5. Pada game kedua, poin saya menjadi 45, lumayan. Game ketiga, poin saya terpaksa, dalam istilah kami di-cethok menjadi 0 (nol).
Selepas itu permainan menjadi milik saya, dalam arti negatif tentunya. Poin saya terus merosot, hingga titik terendah pada poin -390 (cukup edan), sementara yang lainnya terus menambah poin. Mau tidak mau, saya harus terus menjadi sang pengocok kartu.

Rekor mengocok kartu di kalangan kami adalah 59 kali, milik seorang teman yang kebetulan sedang tidak ikut bermain. Pada hitungan yang ke-33 kalinya saya mengocok kartu, mulai dilakukan penghitungan, karena saya menjadi pengocok tunggal yang berpotensi memecahkan rekor. Hanya dua kali saya mendapat kesempatan untuk tidak mengocok kartu karena sepupu saya sempat mendapat poin yang lebih rendah dari poin saya, tetapi itu pun tak berlangsung lama, masing-masing hanya satu kali game.

Pada kisaran hitungan yang ke-40 kalinya mengocok kartu, saya mulai mengejar, hingga hanya selisih 10 poin dengan perolehan poin seorang teman. Namun tepat setelah itu, saya selalu mendapat kartu yang kurang bagus, bahkan bisa dikatakan sial, karena berkali-kali mati Joker dan mati As, sementara teman saya tersebut kembali menambah poin. Alhasil, selisih poin kembali menjauh dan tangan saya pun mulai terasa pegal.

Kemudian pada hitungan mengocok kartu yang ke-50-an, poin saya kembali mendekati perolehan poin teman yang sama, hanya selisih 30 poin. Tetapi lagi-lagi, kartu-kartu saya kembali dijatuhkan dengan cara yang sama. Kartu-kartu sama sekali tidak bisa di-manuver, mati kartu. Perjuangan mengejar poin menjadi sia-sia, harapan untuk tidak memecahkan rekor menguap begitu saja. Entah bagaimana, semacam ada kekuatan takdir yang berbicara disitu dan tak kuasa saya lawan. Sungguh tak masuk akal.

Saya pasrah, kartu-kartu tidak kunjung membaik. Akhirnya saya memecahkan rekor mengocok kartu, dan berhubung sudah jam 4 pagi, kami memutuskan untuk menghentikan permainan pada kocokan kartu ke-65. Sebuah rekor baru.

Dalam perjalanan pulang, saya berboncengan dengan seorang teman, hari masih gelap. Saat saya hampir menabrak kucing untuk ketiga kalinya dalam dua hari terakhir, teman saya berkata, “Jalan kan bukan cuma punya kita”
Saat itu juga saya langsung memahaminya begini: bahwa ada yang Maha Memiliki, kita bahkan bukan pemilik dari diri kita sendiri. Ada yang punya kuasa atas segalanya.

Permainan remi malam tadi begitu seru dan mengasyikkan, sekaligus terasa mengiris hati. Permainan itu seperti merepresentasikan hidup saya yang naik-turun belakangan ini. Entah apakah itu benar-benar sebagai representasi atau juga sebagai bagian dari hidup yang sedang ambyar ini, saya tak tahu pasti, dan tak begitu paham akan hal ini. Dijatuhkan saat sedang bersemangat mengejar ketertinggalan. Pasrah. Kembali bersemangat. Tapi lalu kalah. Kehilangan. Begitu cepat.

Tuhan sedang menguji saya habis-habisan, gila-gilaan. Saya akan mencoba berjuang dengan apa yang tersisa. Semoga setelah ini saya memperoleh yang terbaik dari apa yang pantas saya dapatkan, meski saya tak pernah terima dengan apa yang terjadi saat ini.

Malam ini, kubernyanyi lepas isi hati
Gelap ini, kuucap berjuta kata maki
Malam ini, bersama bulan aku menari
Gelap ini, di tepi pantai aku menangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s