Mari Pulang, Kuantar Sampai Depan Kost

Anginnya datang menyapa,
menyusup ke celah-celah tubuh menggelitik pori
Memaksa meringkuk hangat
dibalik dedaunannya yang terlelap gelap
Semalam-malaman ini aku mengingat-ingat tentangmu
Meskipun tawamu itu palsu
Meskipun tangismu itu biru,
jangan lagi kau katakan padaku malu

Lalu datang lagi sehamparan pesuruh-pesuruh Tuhan,
milyaran banyaknya
yang terlihat hanya saat malam,
malam yang kaubilang cerah..
Selalu ada dari mereka yang bercahaya, meredup, hilang sekejap,
atau bahkan berpindah melesat cepat
secepat dirimu..

Dirimu?
ya, dirimu yang kini ada didepanku,
menyantap nasi goreng kesukaanmu itu
sediam-diamnya dirimu
semanis-manisnya dirimu

Datang lagi sekumpulan gula-gula merah penuh darah,
kali ini padamu
bukan padaku
Beriring detak jantung merdu itu,
renggang melambat segera merapat cepat,
tak beraturan
Bersama hentakan-hentakan gairah lelahmu
yang tak kuasa kaubungkus dan kaulempar jauh-jauh
ke dalam tidurmu malam ini..

Sayup-sayup terdengar “Pengemis Cinta”-nya Rhoma Irama dari warung sebelah
dan kau cuma bilang,
“Punya receh ga?”

(untuk veronika)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s