Domba-domba Mati Berdiri

Domba-domba berbulu legam terbakar matahari,
mereka tak berhenti membasuh wajah dengan warna makanan basi

Domba-domba punya rumah di pinggiran kali,
tapi sayang, hari ini digusur aparat karena tak kuat menanggung pungli
dan menangislah mereka mengacungkan pisau dapur berkarat
sambil menghentak-hentak memaki anak muda yang baru kemarin sore jadi aparat…

Domba-domba punya perut yang terus berbunyi,
juga kompor yang tak ada isi
apalagi untuk menanak nasi
beras saja sudah puluhan hari berlalu pergi
lalu apa lagi?

Domba-domba punya kerja di pabrik sepatu milik pak menteri
dengan upah seupil tai sapi!
dengan PHK membuntuti..
padahal domba-domba punya anak yang berbulan-bulan tak sekolah tak mampu lagi membiayai
Domba-domba tersedu-sedu tiap malam,
mana tuannya yang harusnya memberi makan?

Domba-domba berlari-lari kecil mengejar petugas BLT yang ciut nyali melihat jutaan domba,
ia bawa uang tak seberapa
Domba-domba jadi mainan, jadi boneka, jadi ingin mati

tapi tak berani bunuh diri,
maka mengembik saja

“mbeeeekkk…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s