Dari Tepian Peron 2

Larut malam kau tiba
di stasiun penantian,
yang telah sepi karena mati suri
Menunggu kereta kebahagiaan yang berangkat pagi-pagi sekali
Tas punggungmu, terisi penuh masa depan
masa lalumu tak kau bawa serta
Berdiri di tepian peron 2, menanti lama dan duduk lagi

Kubaca lekat-lekat surat kabar hari itu
duduk sebangku denganmu
Diam-diam menyapamu dan diam-diam berbincang denganmu
tentang luka,
sampai terdiam lagi

Kereta kesunyian datang di peron 1,
dua gerbong panjangnya
Kereta keputusasaan datang di peron 3,
sepuluh gerbong panjangnya
Kereta kehidupan datang di peron 4,
empat puluh empat gerbong panjangnya

Tiga kali kautanyakan padaku pukul berapa…

Kereta kebahagiaan datang di peron 2,
dua puluh gerbong panjangnya
Menyambutmu yang lelah menanti
Kau bergegas masuk, mencari tempatmu yang nyaman
untuk perjalanan sepanjang hari

Telah kutunggu di gerbong 17
dengan surat kabar yang belum selesai kubaca…

(untuknya yang keenam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s