31 Agustus (I)

Kemarin kau mengirim sebuah pesan,
menawari coklat istimewa buatanmu

Kemarin kita saling berbalas pesan,
malu-malu meski mau

Kemarin akhirnya aku bertemu denganmu,
sejak kita tak pernah saling mengenal,
sembari kubawakan makanan kecil kesukaanmu

Kemarin kau semakin sering tersenyum menyambutku datang,
dan mulai bercerita

Kemarin kau menangis dihadapanku,
tentang hidupmu yang jauh tak kutemui

Kemarin kita berjalan-jalan menjelajah kota,
yang sekarang tak pernah lagi kausentuh

Kemarin kau tertawa-tawa melihatku meniup puluhan balon warna-warni untukmu,
sambil kemudian membawanya tidur

Kemarin kau tersipu malu,
mendapat bunga kecil dariku

Kemarin kau bertanya padaku,
tentang kita yang dekat namun tak benar-benar rapat

Kemarin kau terima cintaku,
lewat suatu malam-malam panjang,
lewat jalan yang tak pernah kulewati

Kemarin aku memberimu hadiah,
hati dan seluruh hidupku

Kemarin kita bersenda gurau, bercanda-canda ria
mengisi sore yang lowong

Kemarin kita bersama bergandeng tangan,
berjalan di selasar taman masa depan

Kemarin kau memberiku semangat,
lewat caramu yang hebat

Kemarin kau pun marah padaku,
mendampratku setengah mati

Kemarin kau tak bicara denganku,
sekian hari lamanya,
sungguh menyiksa

Kemarin kau memberiku kejutan,
luar biasa,
tak bisa lebih bahagia lagi

Kemarin kita bertemu kembali,
meski sesaat,
mengisi baterai semangat yang mulai kosong

Kemarin aku begitu merindukanmu,
memikirkanmu sampai habis malamku

Kemarin,
sepanjang tahun yang takkan selesai kutuliskan,

terima kasih bun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s